Indonesia telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam adopsi digitalisasi bisnis. Dilansir dari KataData, skor pertumbuhan adopsi ekonomi digital di Indonesia mencapai 99%, menempatkan Indonesia di posisi pertama secara global, disusul India dan Tiongkok.
Tingginya skor adopsi ekonomi digital ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global. Dengan kondisi ini, tidak berlebihan jika banyak pakar mengatakan bahwa transformasi digital bagi perusahaan bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sudah sebagai sebuah kebutuhan.
Perusahaan yang ingin tetap kompetitif harus mengadopsi transformasi digital agar dapat tetap eksis dengan tren perkembangan zaman. Namun, perlu diingat bahwa digitalisasi bukanlah sekadar menggunakan teknologi baru. Transformasi digital yang sukses membutuhkan perencanaan yang matang, strategi yang jelas, dan eksekusi yang cermat.
Oleh karena itu, investasi dalam infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, dan perubahan budaya organisasi yang mendukung inovasi sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam transformasi digital. Sebelum memulai digitalisasi, ada tiga hal mendasar yang perlu dipersiapkan agar proses ini berjalan lancar.
1. Infrastruktur Komunikasi yang Andal
Bisnis yang beroperasi di lokasi remote, seperti tambang, migas, perkebunan, atau sektor lainnya membutuhkan konektivitas yang andal untuk memastikan operasional berjalan tanpa hambatan. Tanpa infrastruktur komunikasi yang andal, operasional di lapangan dapat terhambat dan berdampak langsung pada produktivitas serta efisiensi bisnis.
Infrastruktur komunikasi yang baik bukan hanya sekadar memastikan internet tetap tersambung, tetapi juga memungkinkan integrasi teknologi lain yang menjadi pilar utama digitalisasi.
Misalnya, penerapan sensor internet of things (IoT) untuk memantau operasional bisnis secara real-time, sistem smart surveillance untuk pengawasan lingkungan kerja, serta penggunaan aplikasi bisnis berbasis cloud dan business analytics untuk memproses data secara cepat dan akurat.
Membangun ekosistem digital semacam itu tentu membutuhkan dukungan konektivitas yang stabil, aman, dan berkelanjutan. Untuk itu, perusahaan perlu berinvestasi dalam memilih penyedia layanan komunikasi yang memiliki pengalaman luas dalam menghadirkan solusi di kawasan terpencil.
Investasi pada infrastruktur komunikasi yang tepat adalah langkah strategis jangka panjang. Selain menghindari biaya tambahan akibat sering berpindah penyedia layanan, perusahaan juga akan mendapatkan dukungan teknis profesional hingga fleksibilitas dalam meningkatkan kapasitas layanan seiring dengan pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: 5 Manfaat Digitalisasi untuk Proses Billing dan Invoice Bisnis
2. Pengelolaan Dokumen Secara Digital
Digitalisasi tidak hanya sebatas konektivitas, tetapi juga mencakup bagaimana perusahaan mengelola data dan dokumen. Beberapa perusahaan sudah menerapkan digitalisasi dokumen, mulai dari pengajuan anggaran, invoice penjualan, hingga pencatatan keuangan.
Salah satu solusi yang dapat membantu dalam hal ini adalah digital invoicing yang menawarkan layanan pembuatan, pengiriman, pembayaran, serta pengelolaan dokumen transaksi secara digital. Dengan digital invoicing, perusahaan dapat membuat dan mengirim invoice digital tanpa batas, yang dapat dilengkapi dengan e-Meterai resmi dari PERURI. Pengiriman invoice dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, memudahkan koordinasi dengan pelanggan ataupun mitra bisnis.
Keuntungan lainnya adalah efisiensi operasional. Dengan mengurangi penggunaan kertas, tinta, dan biaya pengiriman fisik, perusahaan turut berkontribusi pada efisiensi biaya dan proses administrasi.
Penerapan pengelolaan dokumen digital juga memberikan fleksibilitas lebih besar untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Di tengah tuntutan bisnis yang mengedepankan kecepatan, akurasi, dan transparansi, digitalisasi dokumen adalah langkah menuju operasional yang lebih efektif dan efisien.
Baca Juga: Baca Juga: Memahami Perkembangan Terbaru Inovasi Keuangan Digital di Indonesia
3. Keamanan Data dan Sistem yang Terintegrasi
Salah satu aspek yang tidak kalah penting dari digitalisasi bisnis adalah memastikan data perusahaan tetap aman dan terlindungi dari ancaman siber. Di era digital seperti sekarang, keamanan data menjadi fondasi utama dalam menjaga kelangsungan bisnis, khususnya bagi perusahaan yang mulai mengandalkan digitalisasi penuh dalam operasionalnya.
Aspek keamanan data ini menjadi semakin penting terutama di tengah kondisi semakin bervariasinya bentuk ancaman siber, mulai dari serangan malware, ransomware, phishing, hingga kebocoran data akibat akses ilegal atau kelalaian internal. Implementasi enkripsi, autentikasi ganda, serta pemantauan keamanan secara real-time menjadi langkah penting dalam mencegah kebocoran atau penyalahgunaan informasi konfidensial.
Tidak kalah penting, edukasi kepada seluruh karyawan terkait keamanan siber harus menjadi bagian dari kebijakan perusahaan. Berdasarkan studi Verizon Data Breach Investigations Report, lebih dari 80% insiden pelanggaran data disebabkan oleh human error akibat minimnya edukasi, seperti mengeklik tautan phishing atau penggunaan password lemah. Dengan memberikan pelatihan rutin, perusahaan dapat meminimalkan potensi kebocoran data akibat kelalaian internal.
Baca Juga: Memahami Peran dan Manfaat Merchant dalam Dunia Bisnis Digital
Digitalisasi bisnis bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan yang harus diadopsi untuk tetap kompetitif di era ekonomi digital. Dengan kesiapan infrastruktur komunikasi, sistem administrasi digital, serta keamanan data yang kredibel, bisnis dapat menjalankan transformasi digital secara optimal.
*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Primacom Interbuana
- 3 Contoh Format Laporan Posisi Keuangan, Yuk Cari Perbedaannya! - April 2, 2025
- Contoh Kartu Kredit Bisnis dan Pribadi, Yuk Temukan yang Paling Sesuai! - April 2, 2025
- Contoh Slip Gaji Sederhana, Cocok Dipakai Semua Bisnis! - April 2, 2025