Mengelola penggajian karyawan itu bukan sekadar soal mentransfer uang setiap bulan. Tanpa slip gaji yang jelas, bisa muncul berbagai masalah, termasuk kesulitan dalam pencatatan keuangan bisnis nantinya.

Maka dari itu, tanda bukti pembayaran gaji ini harus dicermati dengan baik, guna mengurangi kesalahan yang tidak diinginkan. 

Nah, jika kamu adalah salah satu tim finance yang bertanggung jawab dalam menyusun dan memberikan slip gaji, berikut beberapa contoh slip gaji sederhana, cocok dipakai semua bisnis. Simak selengkapnya di bawah!

Contoh Slip Gaji

Berikut beberapa contoh slip gaji yang cocok digunakan di semua bisnis:

1. Contoh slip gaji karyawan swasta

contoh slip gaji karyawan swasta

2. Contoh slip gaji BUMN (PLN)

contoh slip gaji BUMN

3. Contoh slip gaji PNS/ASN

contoh slip gaji pns

Baca Juga: 5 Contoh dan Template Slip Gaji Karyawan Toko Excel

4. Contoh slip gaji karyawan toko

contoh slip gaji karyawan toko

5. Contoh slip gaji honorer

contoh slip gaji honorer

Perlu digarisbawahi, slip gaji bukan sekadar dokumen biasa, tetapi juga bukti transparansi penggajian yang harus dikelola dengan rapi dan akurat. Sebagai pebisnis, kamu perlu mencatat semua pengeluaran, termasuk untuk penggajian, dengan baik dan benar.

Nah, agar pengelolaan pengeluaran bisnis jadi praktis dan efisien, kamu bisa menggunakan Paper.id. Kamu bisa dengan mudah membuat laporan keuangan berupa neraca keuangan, neraca saldo, laporan laba rugi, dan sebagainya.

Yuk, eksplor fitur laporan keuangan Paper.id! Atau, gunakan Paper.id sekarang dengan cara daftarkan bisnismu!

Baca Juga: Cara Membuat Slip Gaji Format Excel, Plus Template Siap Pakai!

Format Slip Gaji

Setiap perusahaan atau lembaga memiliki kebijakan tersendiri dalam menyusun slip gaji. Itulah sebabnya, format slip gaji bisa berbeda-beda tergantung aturan yang diterapkan.

Namun, secara umum, ada beberapa informasi utama yang selalu tercantum dalam slip gaji, yaitu:

1. Nama dan logo perusahaan

Bagian pertama yang selalu ada dalam slip gaji adalah identitas perusahaan, berupa nama dan logonya. Informasi ini berfungsi sebagai tanda pengenal agar slip gaji tidak tertukar dengan dokumen lain. Tanpa adanya nama dan logo, slip gaji bisa saja dianggap sebagai dokumen lain yang kurang jelas asal-usulnya.

2. Identitas karyawan

Data karyawan juga menjadi bagian penting dalam slip gaji. Ini berguna untuk membedakan slip gaji satu karyawan dengan yang lainnya, mengingat setiap karyawan mungkin memiliki jumlah gaji yang berbeda tergantung pada jabatan, masa kerja, atau tunjangan yang diterima.

Beberapa informasi identitas karyawan yang biasanya dicantumkan meliputi:

  • Nama lengkap
  • Jabatan dalam perusahaan
  • Lama bekerja
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

3. Pernyataan kerahasiaan

Slip gaji berisi informasi pribadi yang bersifat rahasia, sehingga tidak boleh sembarangan diketahui oleh pihak lain. Oleh karena itu, slip gaji umumnya mencantumkan pernyataan kerahasiaan, seperti “Dokumen Rahasia” atau “Private and Confidential.” Tujuannya adalah untuk menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

4. Tanggal pembayaran dan periode gaji

Bagian ini menunjukkan kapan gaji dibayarkan dan untuk periode bulan apa. Dengan mencantumkan informasi ini, perusahaan dan karyawan bisa menghindari kesalahpahaman atau masalah terkait keterlambatan pembayaran. Selain itu, slip gaji juga bisa disertai tanda terima sebagai bukti bahwa gaji telah diterima oleh karyawan.

5. Rincian gaji dan potongan

Sebagai dokumen pengupahan, slip gaji wajib mencantumkan jumlah gaji yang diterima beserta potongan-potongannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, minimal 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap harus dibayarkan kepada karyawan.

Beberapa komponen yang biasanya tercantum dalam slip gaji meliputi:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan
  • Potongan (seperti BPJS, pajak, atau pinjaman karyawan)
  • Uang lembur
  • Komisi atau bonus tambahan
  • Pajak penghasilan

6. Rincian pembayaran

Bagian terakhir dari slip gaji adalah penjelasan rinci mengenai pembayaran gaji karyawan. Ini mencakup total penghasilan selama setahun sebelum pajak, penghasilan setelah pajak, jumlah pajak yang dipotong dalam bulan berjalan, serta total gaji bersih yang diterima karyawan. Dengan adanya rincian ini, karyawan dapat memahami dengan jelas bagaimana gaji mereka dihitung.

Baca Juga: Perbedaan Slip Gaji dan Invoice yang Wajib Bisnis Ketahui

Demikian beberapa contoh slip gaji sederhana yang cocok dipakai di berbagai bisnis beserta formatnya. Dengan slip gaji yang rapi dan jelas, transparansi dalam pengelolaan penggajian karyawan pun lebih terjaga.

Namun, pengelolaan keuangan bisnis tidak hanya sebatas pencatatan gaji. Paper.id hadir sebagai solusi lengkap yang tidak hanya membantu dalam pencatatan keuangan, tetapi juga mempermudah proses invoicing dan digital payment.

Dengan Paper.id, kamu bisa membuat dan mengirim invoice secara otomatis, mencatat transaksi secara real-time, serta mengelola pembayaran ke supplier lebih praktis dengan 30+ metode pembayaran, termasuk kartu kredit dan cicilan tanpa memerlukan mesin EDC!

Ayo, gunakan Paper.id sekarang juga!

Muhamad Dika Wahyudi