Secara garis besar, format laporan posisi keuangan pada perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur memang mirip. Namun, ada beberapa pos transaksi yang hanya muncul di jenis perusahaan tertentu. 

Misalnya, dalam perusahaan manufaktur, terdapat akun seperti barang dalam proses dan harga pokok produksi yang tidak akan ditemukan di laporan posisi keuangan perusahaan jasa.

Untuk itu, pembahasan 3 contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaannya masing-masing. Simak selengkapnya di bawah!

Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah entitas bisnis yang bergerak di bidang jual beli barang, seperti perusahaan air minum dalam kemasan yang menjual produknya langsung ke konsumen. Dalam laporan posisi keuangan perusahaan dagang, terdapat tiga komponen utama yang perlu diperhatikan:

1. Aset

Aset dalam perusahaan dagang terbagi menjadi dua kategori:

  • Aset Lancar, meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, pajak pertambahan nilai (PPN), dan lainnya.
  • Aset Tidak Lancar, seperti investasi pada entitas lain, aset tetap (fixed assets), serta beban yang ditangguhkan.

2. Liabilitas

Kewajiban atau liabilitas juga terbagi menjadi dua jenis:

  • Liabilitas Jangka Pendek, mencakup utang bank jangka pendek, utang pajak, beban akrual, utang pembiayaan konsumen, hingga utang obligasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang, terdiri dari utang jangka panjang, liabilitas imbalan kerja, pendapatan yang ditangguhkan, serta utang sewa pembiayaan.

3. Ekuitas

Pada bagian ekuitas, laporan posisi keuangan perusahaan dagang mencakup modal saham, tambahan modal disetor, dan laba ditahan (retained earnings).

Untuk lebih memahami bagaimana laporan ini disusun, simak contoh laporan posisi keuangan perusahaan dagang berikut!

contoh format laporan posisi keuangan perusahaan dagang

Jika kamu merasa kesulitan atau tidak punya cukup waktu untuk menyusun laporan posisi keuangan, gunakan Paper.id sebagai solusi praktis!

Dengan Paper.id, Anda bisa mengelola laporan keuangan secara otomatis, mengakses berbagai laporan penting kapan saja, serta memastikan pencatatan keuangan lebih rapi dan akurat.

Selain itu, Paper.id juga dilengkapi dengan fitur invoicing, pembayaran, hingga financing bisnis yang membantu operasional bisnismu jadi lebih efisien. Yuk, daftarkan bisnismu di Paper.id sekarang!

Baca Juga: Analisis Laporan Keuangan: Definisi, Manfaat, dan Contohnya

Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Jasa

Laporan posisi keuangan perusahaan jasa memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, mencakup aset, liabilitas, dan ekuitas pemilik.

Contoh perusahaan jasa adalah bisnis yang bergerak di bidang asuransi kerugian dan reasuransi. Untuk memahami laporan posisi keuangan perusahaan jasa dengan lebih jelas, berikut adalah komponen utamanya:

  • Aset, meliputi kas dan bank, piutang premi, investasi (seperti deposito berjangka, sukuk, efek, properti, logam mulia), serta pajak dibayar di muka.
  • Liabilitas, terdiri dari utang klaim, utang komisi, utang pajak, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka panjang, dan berbagai utang lainnya.
  • Ekuitas, mencakup modal dasar, modal yang ditempatkan dan disetor, serta laba ditahan.

Secara format, laporan posisi keuangan perusahaan jasa serupa dengan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada jenis transaksi yang terjadi di masing-masing bisnis. Untuk memahami lebih lanjut, simak contoh format laporan posisi keuangan perusahaan jasa berikut ini.

contoh format laporan posisi keuangan perusahaan jasa

Baca Juga: Mengenal 10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Contoh Format Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Manufaktur

Secara umum, format laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur mirip dengan perusahaan dagang dan jasa. Perbedaannya terletak pada jenis transaksi yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan proses produksi.

Beberapa transaksi hanya terjadi di perusahaan manufaktur, seperti pencatatan biaya produksi. Namun, ada juga transaksi yang umum di semua jenis perusahaan, seperti penerimaan dan pengeluaran kas bank.

Berikut adalah elemen utama dalam laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur:

1. Aktiva

  • Aktiva lancar, meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, kas dengan pembatasan penggunaan, piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, dan biaya dibayar di muka.
  • Aktiva tidak lancar, mencakup aset tetap, estimasi tagihan pajak, aset pajak tangguhan, penyertaan saham, aset tak berwujud, dan aset operasional lainnya.

2. Kewajiban

  • Kewajiban lancar, meliputi pinjaman jangka pendek, utang usaha, utang pajak, beban akrual, uang muka penjualan, serta bagian pinjaman jangka panjang dan liabilitas keuangan jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
  • Kewajiban tidak lancar, terdiri dari liabilitas pajak tangguhan, pinjaman jangka panjang, liabilitas jangka panjang, dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

3. Ekuitas pemilik saham

  • Terdiri dari modal saham, saldo laba, tambahan modal disetor, serta penghasilan komprehensif lainnya.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini contoh laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur.

contoh format laporan posisi keuangan perusahaan manufaktur

Baca Juga: Akuntansi Perusahaan Dagang: Definisi dan Siklus Lengkapnya

Demikian penjelasan mengenai contoh format laporan posisi keuangan serta perbedaan masing-masing. Pada kesimpulannya, laporan ini menggambarkan kondisi aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan dikenal sebagai laporan posisi keuangan, neraca, atau statements of financial position.

Laporan ini mencakup tiga elemen utama, yaitu aset (harta), liabilitas (utang), dan ekuitas (modal), yang mencerminkan keseimbangan keuangan bisnis. Itulah sekilas informasi mengenai .contoh format laporan posisi keuangan.

Muhamad Dika Wahyudi