5 Tips Penjualan untuk Entrepreneur yang Tidak Suka Menjual

Jeremy Limman | September 7, 2016
Tips Penjualan

Menjual bukan sebuah hal yang buat frustrasi

Menjual adalah hal yang tidak alami dan tidak nyaman untuk kebanyakan dari entrepreneur. Bahkan, banyak entrepreneur tidak suka menjual. Ini ironis karena penjualan lah yang memupuki kesuksesan sebuah bisnis.

Dan jika Anda pikir bisa merekrut salesman untuk menjual produk Anda, Anda salah.

Sebuah hal mustahil untuk menjadi pemilik usaha yang baik atau entrepreneur yang sukses tanpa mengetahui cara menjual. Anda tidak harus menyukai penjualan, tapi Anda harus bisa menguasainya.

Kebencian dalam jualan biasanya berasal dari beberapa alasan ini. Untuk mayoritas, kata sales memberikan konotasi negatif sebagai orang yang manipulatif, tidak autentik, dan SKSD. Ada juga banyak orang yang belum percaya diri untuk meyakinkan orang lain untuk membeli produknya.

Terakhir dan yang mungkin juga banyak terjadi adalah ketakutan orang terhadap penolakan. Sesuatu yang wajar jika orang tidak suka untuk ditolak atau diabaikan padahal ini adalah hal yang sering terjadi pada saat penjualan.

5 Tips untuk Mengatasi Ketakutan Penjualan

1. Mengubah Pola Pikir Anda

Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut Anda adalah mengubah pola pikir Anda. Anda harus stop melihat konsep lama penjualan sebagai satu arah dan menerima kenyataan baru dunia bisnis.

Berkat Internet, pelanggan jaman sekarang jauh lebih berpengetahuan. Hampir 70% dari konsumen online melihat ulasan dari sebuah produk sebelum melakukan pembelian. Bisa dibilang bahwa pembeli lah yang lebih berkuasa, bukan penjual.

Dengan mengubah pola pikir dan mengerti bahwa tugas Anda bukan untuk menipu atau manipulasi pembeli, Anda bebas untuk berinteraksi dengan bebas, menjawab pertanyaan dan menjual nilai di balik produk Anda.

2. Fokus Terhadap Individu

Sering kali salespeople menekankan produk yang mereka jual.

Sayangnya, ini adalah sudut pandang yang salah. Jika Anda ingin sukses menjual, Anda harus fokus kepada individu daripada produknya sendiri.

Apakah pain point yang mereka miliki, dan bagaimana produk kami menjadi solusi untuk hal tersebut?

Mulai dari individu dan tutup dengan produk. Jika pendekatan awal Anda dari menjual produk tanpa mengetahui kebutuhan prospek Anda, Anda sudah salah.

Salah satu contoh yang baik adalah BCA.

Logo BCA

Slogan BCA “Senantiasa di Sisi Anda” sudah menemani nasabah selama puluhan tahun.

Dengan slogan “Senantiasa di Sisi Anda”, BCA tidak menekankan produknya sama sekali melainkan apa yang yang nasabahnya butuhkan. Yaitu adalah layanan yang cepat dan tepat.

3. Pahami Nilai dan Keunikan Produk Anda

Walaupun Anda berfokus untuk menjual kepada individu, tidak ada alasan untuk tidak siap. Anda harus memahami jelas nilai dan keunikan produk Anda. Alasan utama adalah ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Lebih banyak yang Anda ketahui tentang produk yang Anda jual, lebih PD Anda.

Anda tidak akan takut dengan pertanyaan atau komentar apapun yang prospek utarakan. Ini juga akan menghilangkan rasa takut akan kegagalan karena Anda sudah siap siaga dan tidak akan ditolak karena kekurangan persiapan.

4. Manfaatkan Cerita

Penjualan selalu dikaitkan dengan bercerita. Pengalaman dan kisah nyata dapat membantu pelanggan menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda tidak menyalurkan cerita kepada prospek Anda, Anda akan kehilangan banyak leads.

Perusahaan global yang paling pintar memanfaatkan cerita untuk menjual produknya adalah Disney. Dengan basis cerita, Disney berhasil menjual media, taman bermain Disneyland dan merchandise.

Taman Main Disneyland

Disneyland Park

Jika Anda memakai cerita untuk menjual produk Anda, menjual akan menjadi lebih mudah dan alami.

5. Jangan Buru-Buru

Tips terakhir adalah jangan buru-buru dalam proses penjualan. Sebagian besar dari stress dan kegelisahan yang berhubungan dengan penjualan berasal dari gagasan bahwa seorang sales perlu menutup sebuah transaksi dengan cepat.

Dalam kenyataan, sales adalah sebuah proses yang memakan waktu. Dan dalam banyak industri, akan diperlukan waktu untuk membina hubungan dengan prospek.

Dengan menyadari bahwa Anda memerlukan waktu untuk menutup sebuah transaksi, Anda akan merasa lebih lega dari tekanan. Dan sebaliknya Anda akan lebih leluasa berinteraksi dan menjalin hubungan.

 

Tidak banyak yang menguasai seni penjualan. Namun, jutaan orang bisa mengatasi ketakutannya dan memiliki karir penjualan yang luar biasa. Manfaatkan tips pada artikel ini dan Anda akan segera menikmati kesenangan dalam menjual.

Apakah Anda ada tips lain? Silahkan bagikan pada komentar di bawah.

One response to “5 Tips Penjualan untuk Entrepreneur yang Tidak Suka Menjual”

  1. […] keputusan. Anda membuang waktu jika hanya berbicara dengan resepsionis atau sekretaris. Baca tips ini untuk kamu yang tidak biasa […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *